Contohgelas dari batok kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya saat digunakan sebagai wadah minuman. 5. Keindahan (Aestetic) (14) Karya yang baik dapat dihasilkan dari proses perancangan yang baik pula. Oleh sebab itu proses perancangan karya kerajinan harus memperhatikan hal-hal sebagai
1 Siapkan tempurung kelapa, lalu bersihkan dari kotoran yang menempel seperti, tanah. plastik atau kerikil. 2. Keringkan tempurung kelapa di bawah sinah matahari sampai benar-benar kering. 3. Masukkan tempurung kelapa ke dalam bak/tempat pembakaran, selanjutnya bakar dengan suhu 300-500 derajat selsius dangen waktu selama 3-5 jam. 4.
Mesinpenggiling mempunyai fungsi dalam memperkecil bidang padatan agar sesuai dengan peruntukan dalam proses berikutnya. Konstruksinya terdiri dari mesin penggiling yang digerakkan oleh kekuatan roda penggiling yang berputar pada kecepatan yang diperlukan (ditentukan oleh diameter roda dan pabrikan rating, biasanya dengan formula perhitungan teknis) dan
Contohpiring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi aat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan. zat warna alamnya. Pewarna alami di
10773 Industri Produk Masak Dari Kelapa Kelompok ini mencakup usaha pembuatan produk masak dari kelapa yang belum tercakup dalam golongan manapun, seperti santan pekat dan santan cair, kecap kelapa, sari kelapa (nata de coco), kelapa parut kering (dicicated coconut) dan krim kelapa. 10774) Industri Pengolahan Garam
berikut pernyataan yang tepat tentang zakat mal adalah. Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya limbah lunak organik dari masing-masing daerah berbeda. Di bawah ini merupakan penggolongan hasil limbah lunak organik yang dapat dijadikan bahan baku produk kerajinan dilihat dari kondisi wilayahnya. 1. Daerah pesisir pantai/laut Limbah lunak organik yang banyak tersedia adalah sabut kelapa, dan daun kelapa. 2. Daerah pegunungan Limbah lunak organik yang banyak dihasilkan di daerah pegunungan adalah kulit jagung, kulit bawang, kulit kacang, kulit biji-bijian, kulit buah-buahan yang bertekstur seperti salak, dan kulit pete cina. 3. Daerah pertanian Limbah lunak organik yang didapat pada daerah ini adalah jerami padi, kulit jagung, batang daun singkong, kulit bawang, dan pelepah pisang. 4. Daerah perkotaan Limbah lunak organik yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya berupa kertas, kardus, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, dan serutan kayu. Sementara limbah lunak anorganik biasanya banyak dihasilkan dari wilayah perkotaan. Namun banyak juga yang sudah dihasilkan dari wilayah lainnya. Hal ini bergantung kebutuhan dan gaya hidup masyarakat sehari-hari dalam melakukan tindakan konsumtif. Limbah lunak anorganik sebagian besar dihasilkan dari kegiatan hidup manusia. Proses pengolahan bahan limbah lunak secara umum adalah pemilahan, pembersihan, pengeringan, pewarnaan, pengeringan setelah pewarnaan dan penghalusan. 1. Pemilahan bahan limbah lunak Sebelum didaur ulang, bahan limbah organik harus dilakukan pemilahan terlebih dahulu yang bertujuan menentukan bahan yang masih dapat dipergunakan dan yang sudah seharusnya dibuang. Pemilahan bahan dapat dilakukan secara manual dan disesuaikan dengan tujuan penggunaan bahan yang telah dirancang. 2. Pembersihan limbah lunak Limbah lunak yang sudah terseleksi harus dibersihkan dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dimanfaatkan sebelumnya. Misalnya saja kulit jagung. Kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan rambutnya. Selanjutnya apakah tongkol dan rambutnya juga akan didaur ulang atau tidak itu tergantung dari perancangan produk oleh si perajin. 3. Pengeringan bahan limbah lunak Bahan limbah lunak yang sifatnya basah harus diolah dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari langsung. Tujuanya agar kadar air dapat hilang dan bahan limbah dapat diolah dengan sempurna. 4. Pewarnaan bahan limbah lunak Pewarnaan pada bahan limbah lunak yang sudah kering merupakan selera. Jika dalam desain diperlukan bahan limbah yang diberi warna maka bahan limbah perlu diwarnai terlebih dahulu sebelum diproses sebagai produk kerajinan. Proses pewarnaan yang umum dilakukan pada bahan limbah organik basah adalah dengan cara dicelup atau direbus bersama zat warna tekstil agar menyerap. Ada pula yang diwarnai dengan cara divernis/dipolitur, dapat pula dicat menggunakan cat akrilik atau cat minyak 5. Pengeringan setelah pewarnaan Setelah diberi warna, bahan limbah lunak harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung agar warna pada bahan baku dapat kering sempurna tidak mudah luntur. 6. Penghalusan bahan agar siap dipakai Bahan limbah lunak yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti diseterika untuk limbah kulit agar tidak kusut, dapat pula digerinda, atau diamplas. Dalam pembuatan produk kerajinan perlu memahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas, maka dalam proses penciptaannya harus mengacu pada berbagai persyaratan. Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan sebagai berikut. 1. Kegunaan Utility Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur. 2. Kenyamanan Comfortable Benda kerajinan harus comfortable artinya menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya. 3. Keluwesan Flexibility Flexibility artinya benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki. 4. Keamanan Safety Safety artinya benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh gelas dari batok kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya saat digunakan sebagai wadah minuman. 5. Keindahan Aestetic Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.
Proses Pengolahan Bahan Limbah sahabat pendidikan sekalian, berikut adalah artikel yang akan membahas mengenai proses pengolahan limbah lunak yang diharapkan dapat bermanfaat dan bisa menjadi modal belajar pada proses belajar yang anda lakukan, dan guna mempersingkat waktu mari kita pelajari bersama penjelasan berikut ini Pada proses pembuatan produk kerajinan disetiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentunya dikarenakan sumber daya limbah lunak organic dari masing-masing daerah berbeda, Dan berikut adalah golongan hasil limbah organic yang dapat dijadikan bahan baku produk kerajinan dilihat dari kondisi wilayahnya. 1. Daerah pesisir pantai/laut Limbah lunak organic yang banyak tersedia adalah sabut kelapa, dan daun kelapa 2. Daerah pegunungan Limbah lunak organic yang banyak di hasilkan di daerah ini adalah kulit jagung, kulit bawang, kulit kacang, kulit biji-bijian, kulit buah-buahan yang bertekstur seperti salak dan kulit pete cina. 3. Daerah pertanian Limbah lunak organic yang didapat pada daerah ini adalah limbah jerami padi, kulit jagung, batang dan daun singkong, kulit bawang dan pelepah pisang. 4. Daerah perkotaan. Limbah lunak organic didaerah perkotaan yang sering ditemukan biasanya berupa kertas, kardus, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, dan serabut Proses Pengolahan Limbah Lunak yang Benar?Proses pengolahan bahan limbah lunak secara umum sangat sederhana dan dapat dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan mesin, berikut adalah prosesnya. 1. Pemilihan Bahan limbah lunak Sebelum didaur ulang, bahan limbah organic harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan bahan yang masih dapat digunakan dan yang harus dibuang serta dapat dilakukan secara manual sesuai dengan tujuan penggunaan bahan itu sendiri. 2. Pembersihan limbah lunak Limbah lunak yang telah terseleksi harus dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dipergunakan sebelumnya, misalnya saja kulit jagung, kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan rambutnya. Selanjudnya apakan tongkol dan rambutnya juga akan didaur ulang atau tidak tergantung dari perancangan produk si pengrajin. 3. Pengeringan Bahan limbah lunak yang sifatnya basah harus dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari langsung dengan tujuan agar kadar air yang ada didalamnya dapat hilang dan bahan limbah dapat dioleh dengan sempurna. 4. Pewarnaan bahan limbah lunak Pewarnaan pada bahan limbah limbah lunak merupakan selera. Jika dalam desain diperlukan bahan limbah yang diberi warna maka bahan limbah perlu diwarnai terlebih dahulu sebelum diproses sebagai proses kerajinan. Proses pewarnaan yang umum dilakukan adalah dengan cara dicelup atau direbus bersama dengan zat warna tekstil agar menyerap. Ada juga yang mewarnai dengan cara dipernis/politer, dapat pula dicat menggunakan car akrilik atau cat minyak. 5. Pengeringan setelah pewarnaan Setelah diberi warna, bahan limbah lunak tersebut harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung agar warna pada bahan baku dapat kering sempurna tidak mudah luntur. 6. Penghalusan bahan agar siap dipakai Bahan limbah lunak yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses ini juga berbagai macam caranya, seperti disetrika untuk limbah kulit agar tidak mudah kusut, dapat pula digerinda atau diamplas. Dalam pembuatan proses kerajinan kita perlu memahami terlebih bagaimana membuat karya yang berkualitas, maka dalam proses pembuatannya harus mengacu pada barbagai persyaratan. Oleh karena itu, adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut 1. Kegunaan Utility Contohnya mangkuk untuk wadah sayuran atau yang lainnya. 2. Kenyamanan Comfortable Contohnya cangkir didesain lengkap dengan pegangannya. 3. Keluwesan Flexibility Contonya sepatu harus sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki 4. Keamanan safety Contohnya gelas dari batok kelapa harus memperhatikan atau mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya saat digunakan sebagai wadah minuman. 5. Keindahan aesthetic Bendah yang indah mempunyai daya tarik lebih disbanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dilihat dari beberapa hal, seperti dari bentuknya, hiasannya atau ornamennya dan bahan bakunya. Demikianlah penjelasan singkat mengenai proses pengolahan bahan limbah lunak diatas, semoga bermanfaat dan dapat menjadi modal belajar yang baik untuk anda serta dapat bernilai ibadah disisi Allah Swt aammiinn… Terimaksih dan sukses selalu untuk anda Sumber KEMENDIKBUD.
gelas dari batok kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis